Selasa, 09 Mei 2017

TUGAS SEKRETARIS


Tugas seorang sekretaris dapat dikelompokkan ke dalam 8 macam sebagai berikut :

1. Tugas–tugas rutin, yaitu tugas-tugas yang harus dikerjakan setiap hari tanpa memerlukan
perintah khusus, perhatian khusus atau pengawasan khusus. Misalnya tugas membuka surat, menerima tamu, menyimpan surat/arsip, menerima telepon, menyusun dan membuat jadwal pimpinan.

2. Tugas-tugas khusus, yaitu tugas-tugas yang diperintahkan oleh pimpinan dengan penyelesaian secara khusus dengan dimintai pendapatnya, pertimbangan dan pengalamannya. Tugas tersebut diberikan karena adanya unsur kepercayaan bahwa sekretaris mampu menyimpan kerahasiaan tugas. Misalnya mengonsep surat perjanjian antara perusahaan dengan rekanan, menyusun surat surat rahasia, menyusun acara pertemuan bisnis, pembelian kado/cinderamata, mengurus perjalanan bisnis /dinas pimpinan dan sebagainya.

3. Tugas-tugas istimewa, yaitu tugas-tugas yang menyangkut keperluan pimpinan antara lain:

  • Membetulkan letak alat-alat tulis pimpinan beserta perlengkapan yang diperlukan
  • Bertindak sebagai penghubung untuk meneruskan informasi kepada para relasinya
  • Bersama-sama atau mewakili sesorang menerima sumbangan-sumbangan untuk dana atau keperluan kegiatan lainnya
  • Mengingatkan pimpinan membayar iuran atau asuransi dari suatu badan
  • Memeriksa hasil pengumpulan dan/uang atau uang muka dari instansi yang diberikan sebagai dana kesejahteraan
  • Menghadiri rapat-rapat dinas, sebagai pendamping pimpinan selama mengadakan pertemua bisnis
  • Mengadakan pemeriksaan peralatan kantor yang perlu diperbaiki atau penambahan alat-alat dan sarana kantor.

4. Tugas Resepsionis, yaitu tugas sebagai penerima tamu , antara lain :

  •  Menerima dan menjawab telepon serta mencatat pesan-pesan lewat telepon
  •  Menerima tamu yang akan bertemu dengan pimpinan 
  • Mencatat janji-janji untuk pimpinan
  • Menyusun kerja sehari-hari pimpinan


5. Tugas Keuangan, yaitu tugas mengelola keuangan, antara lain :
  • Menangani urusan keuangan pimpinan dengan bank, misalnya penyampaian/ penyimpanan uang di bank
  • Membayar rekening-rekening, pajak, sumbangan dana atas nama pimpinan
  • Mengurus kas kecil, yaitu mencatat dan menyediakan dana untuk pengeluaran rutin sehari-hari yang jumlahnya relatif kecil.
  • Tugas Sosial, yaitu tugas amal dan kemasyarakatan, antara lain :
  • Mengurus rumah tangga kantor pimpinan
  • Mengatur penyelenggaraan resepsi untuk kantor beserta pengurusan undangan
  • Menyumbang untuk amal, bakti social

6. Tugas Insidental, yaitu tugas yang dilaksanakan pada waktu dan kedaan tertentu, antara lain
  •  Menyiapkan agenda rapat, menyiapkan laporan, pidato atau pernyataan pimpinan
  • Membuat ikhtisar dari berita atau karangan yang termuat dalam surat kabar, majalah, brosur yang ada kaitannya dengan kepentingan perusahaan
  • Mengoreksi bahan cetakan seperti brosur, undangan, prospectus, formulir dan daftar Yang dikonsep pimpinan
  • Mewakili pimpinan dalam berbagai resepsi atau pertemuan 
  • Membantu penerbitan intern organisasi

7. Tugas-tugas sekretaris dalam Business Meeting, yaitu tugas sekretaris dalam mengorganisir suatu pertemuan bisnis. Agar pertemuan dapat membawa hasil maka pedomannya yaitu :
  • Waktu dan tempat harus dipastikan
  • Makan dan minum disediakan
  • Sediakan kertas kerja, brosur dan alat tulis
  • Waktu pertemuan hendaknya diatur bebas dari acara-acara lain
  • Jadwal pertemuan diatur secara baik agar pertemuan membawa kesan yang menyenangkan
  • Pilihlah hari yang tepat, misalnya antara hari Selasa, Rabu dan Kamis.

VISI Dan MISI

VISI

Menjadi Institusi Perguruan Tinggi yang terus menerus menyelaraskan sistem pendidikannya dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri untuk menghasilkan sumber daya manusia siap kerja dan berwirausaha yang profesional, beriman, dan bertaqwa.


MISI
  1. Menyelenggarakan pendidikan dengan profesional dan bertanggung jawab untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil dengan kompetensi yang tinggi;
  2. Menjalin kemitraan dengan institusi terkait untuk pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas dan tepat guna;
  3. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan masyarakat;
  4. Menyelenggarakan pendidikan dengan berbasis IT;
  5. Melaksanakan evaluasi secara berkala untuk meningkatkan kualitas, otonomi, akuntabilitas, dan akreditasi Politeknik.

SEJARAH POLINAS MAKASSAR


       Fenomena tidak tertampungnya lulusan pendidikan tinggi di dunia kerja bukan cerita milik era tahun 2000-an saja. Bila dirunut kebelakang sebenarnya gejala tersebut sudah muncul ke permukaan sekitar dua puluh tahun sebelumnya. Semakin hari semakin meresahkan masyarakat yang mengalami langsung sulitnya mencari kerja jika tidak memiliki keterampilah dan keahlian. Namun hingga menjelang akhir 1980-an, belum ada tanda-tanda pihak yang mereasa terpanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut, baik pemerintah maupun swasta.

       Atas dasar itulah LP3I didirikan pada tanggal 29 Maret 1989 di Jakarta yang bermula dari program kursus 6 bulan kemudian mengembangkan sistem pendidikannya menjadi lembaga pendidikan profesi (1 -  2 tahun). Animo masyarakat yang sangat besar terhadap LP3I di Jakarta, menjadikan pemikiran dari pengelola LP3I untuk mengembangkan sayapnya ke kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, Bali, Balikpapan, Aceh, Palu, Banjarmasin, Samarinda, Mataram dan kota-kota lainnya hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1998, LP3I resmi membuka kampus di Makassar yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo Makassar dengan menjalankan program profesi 2 tahun.

        Pada tahun 2003, LP3I mulai masuk kepada sektor pendidikan formal selaras dengan visi LP3I yaitu : menjadi lembaga pendidikan yang terus menerus menyelaraskan kualitas pendidikannya dengan kebutuhan dunia kerja untuk menghasilkan SDM yang siap kerja yang profesional, beriman dan bertaqwa. Berawal dengan sebagian dari kampus LP3I yang telah tersebar di Indonesia berubah menjadi Politeknik yaitu Bandung, Jakarta dan Medan.

        Sejalan dengan visi LP3I itulah, pada tahun 2010, LP3I dengan Yayasan Mitra Mandiri membuka Politeknik di Makassar dengan nama Politeknik Informatika Nasional dengan SK Mendikbud Nomor 130/D/O/2010 dengan membuka 3 program studi yaitu program studi Administrasi bisnis dengan konsentrasi Bisnis Administrasi, Administrasi Keuangan, Sekretaris, Administrasi Perkantoran, Program studi Manajemen Informatika dengan konsentrasi Informatika Komputer dan Komputerisasi Akuntansi, serta Program studi Administrasi Pemerintahan.

      Politeknik Informatika Nasional terus menerus melakukan perbaikan berbagai hal dan terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja dan kebutuhan pemerintah, pada tahun 2013, Politeknik Informatika Nasional telah mendapatkan akreditasi program studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 

TUGAS SEKRETARIS

Tugas seorang sekretaris dapat dikelompokkan ke dalam 8 macam sebagai berikut : 1. Tugas–tugas rutin, yaitu tugas-tugas yang harus d...